Madam jaim itu mengajarkan kesopanan sambil telanjang
menuturkan kejujuran dengan kemunafikan
Membuat keputusan atas dasar prasangka buruk
Menerapkan kepemimpinan dengan menejemen konflik
Membusungkan dada denganĀ ketidak adilan
memvonis dan menelan kata tanpa di kunyah
hormatilah aku, aku tak jaim katanya
dimana hati nurani,dimana keikhlasan
akulah yang benar dan kamu pasti salah pongahnya
kamulah yang namanya madam Sri H a r t a t i . . . .